Perayaan Hari Raya Karo Suku Tengger

Masyarakat suku Tengger melaksanakan hari Raya Karo. Pelaksanaan yang setiap tahun di gelar pada tanggal 15 bulan kedua kalender Tengger dimaknai sebagai refleksi kehidupan dimana setiap manusia patut dan  memaknai hidup untuk selalu bersyukur atas rahmat dan hidayah yang telah diberikan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dijelaskannya, Hari Raya Karo bagi masyarakat Tengger di Gunung Bromo adalah sebuah penghormatan kepada leluhur asal muasal (cikal bakal) Suku Tengger yakni Giri Kusuma dengan dengan Ni Buring Wulanjar..
Pembukaan karo ditandai doa Petren yang dilaksanakan oleh seluruh perangkat desa dengan didampingi dukun adat sebagai pembaca japa mantranya. Hadir dalam pembukaan hari raya karo, Bupati Pasuruan Dade Angga bersama Muspida dan Kepala SKPD turut menyemarakkan peringatan yang berlangsung dibalai desa Tosari Kecamatan Tosari.
Sebagai pembuka kegiatan ini, ditampilkan Tari Sodor, sebagai gerakan simbolisasi asal mula (proses) terjadinya manusia yang divisualisaikan dengan gerakan yang sangat mempertimbangkan kesopanan. Tari Sodor dilakukan oleh para warga dari desa-desa suku Tengger di Gunung Bromo. Para penari menggunakan sodor (tongkat) yang puncak klimaks tariannya akan memuntahkan biji-bijian yang disimbulkan sebagai kesuburan.
Peringatan hari raya Karo akan digelar mulai hari ini hingga 27 oktober. Dan sebagai penutup seluruh kegiatan, nantinya akan dipusatkan di desa Wonomitri. Tradisi Hari Raya Karo tersebut masih terus dilestarikan oleh warga Suku Tengger baik yang beragama Hindu, Kristen maupun Islam.

Ditambahkan, Bupati Pasuruan mengatakan peringatan ini juga diharapkan mampu menjadi bagian pariwisata Kabupaten Pasuruan, sehingga kedepan potensi pariwisata lebih berkembang serta dikenal luas masyarakat lokal maupun mancanegara. Sebelumnya, Bupati Pasuruan bersama Dandim 0819 Pasuruan, Wakpolres, serta Kepala Kejaksaan diberi penghormatan oleh dukun tengger dengan memakaikan udeng di kepala, sebagai tanda warga suku tengger yang baru.(tin).


Sebulan Lagi Karo Akan Ditutup Ritual Bawahan
Pasuruan (beritajatim.com) - Setelah tarian Sodor selesai ditampilkan, prosesi upacara Karo kemudian dilanjutkan dengan pembukaan jimat Klontong (pusaka masyarakat Suku Tengger). Pembukaan pusaka ini, dalam satu tahun hanya sekali. Yaitu hanya pada saat upacara Karo digelar saja."Jimat ini isinya uang satak, pakaian kuno, ada mantra dan sebagainya. Untuk wilayah Brang Kulon, itu namanya Jodang Wasiat karena bentuknya bumbung. Kalau Brang Wetan namanya Kepis, karena bentuknya seperti kotak wayang. Yang Brang Kulon ini, mewakili Joko Seger. Nah yang Brang Wetan, mewakili Loro Anteng" kata Trisno Sudigdo, Tokoh masyarakat Suku Tengger Rabu (12/10/2011).Dia menjelaskan, setelah upacara selesai, kemudian ada upacara lagi yang namanya Santi. Upacara ini merupakan sebuah ritual yang memiliki makna memulyakan leluhur suku Tengger, Joko Seger dan Loro Anteng, termasuk pula kerabat-kerabat masyarakat Suku Tengger yang sudah meninggal. Upacara Santi yang dilakukan disini, adalah Santi secara massal.
"Setelah dibuka Santi secara massal, lalu dilanjutkan dengan Santi di rumah masing-masing. Sebelum Santi dilakukan, masyarakat Tengger tidak boleh menerima tamu. Santi itu ada sesajennya berbentuk boneka dari bunga tunalayu, kemudian ada namanya jenang Piyak (merah putih). Di Santi masing-masing rumah, itu ada juga ada selamatan air dan gagah (kebun)" jelasnya.
Dalam upacara Santi di masing-masing rumah masyarakat Suku Tengger ini, syaratnya harus ada sesajennya untuk tolak balak, berupa ayam panggang. Hanya saja, ayam panggang harus ditaruh diatas atap rumah.
Setelah Santi selesai, baru ada silarurahmi. Dimana kalau dalam tradisi Tengger, kita diwajibkan makan dan minum. "Jadi kalau satu hari, misalkan kita keliling 50 rumah. Ya harus minum dan makan 50 kali. Itu uniknya di upacara Karo ini. Kalau proses itu sudah selesai, baru ada upacara Bawahan. Itu upacara penuputan Karo, satu bulan lagi. Itu ditandai tari Ojung. Tari Ojung itu, mempunyai juga mempunyai tujuan untuk mendatangkan hujan yang dipusatkan di Wonokitri" ungkapnya.[bec/ted]



Posting Komentar