Taman Budaya Candra Wilwatikta

Sendra Tari Fenomenal Berkelas Internasional


(Data didapat dari berbagai sumber)

Kawasan Taman Candra Wilwatikta ini berbentuk seperti suatu lambang atau icon, disini pernah diadakan Festival tari ramayanasa se-Asia, dan panggung sendratari ini adalah panggung alami tebesar di Indonesia, dengan latar belakang gunung yang sangat menawan serta simetris sekali dengan dua gapura yang terdapat pada latar belakang panggung.

Tujuan di bangunnya taman ini sebagai pusat kesenian dan budaya dapat terlihat dari panggung terbuka yang luas dengan beberapa gapura serta ornamen-ornamen pelengkap seperti arsitektur candi, Arca Dwarapala, yang menambah kesan eksotis tempat ini. Bila dilihat dari depan panggung maka anak tangga yang diapit dua gapura tersebut berada segaris dengan puncak gunung Penanggungan, rasanya saat kita menaiki tangga tersebut seakan–akan kita sedang menuju puncak gunung Penanggungan yang menawan.

Secara arsitektural, karakter tempat yang terletak kurang lebih 3 KM dari Candi Jawi ini sangat lekat dengan budaya jawa kuno era kejayaan Kerajaan Majapahit dimana gapura, candi dan ornamen lainya terlihat selaras.

Taman Candra Wilwatikta ini diresmikan oleh mantan presiden kedua RI H.Soeharto ( Alm ), pada tanggal 31 Agustus 1971, yang diabadikan di monumen yang berdiri dengan kokoh di area depan Taman Candra Wilwatikta.

Area pementasan ini juga dilengkapi dengan tempat duduk dari beton yang diperkirakan dapat menampung lebih dari 500 penonton. Sayangnya, tempat ini terlihat kurang sentuhan sedangkan sisi kanan dan kiri sudah tertutup oleh rerumputan yang tingginya sampai 50cm-an. Hal itu menunjukkan di taman ini sudah jarang diadakan pementasan lagi dan berkurangnya minat masyarakat untuk menonton.

Di bagian belakang panggung terdapat beberapa ruang penunjang seperti ruang suara, tempat ganti kostum dan merias wajah yang sudah terlihat rusak. Mungkin juga karena saking luasnya area Taman Candra Wilwatikta ini sehingga pengelola agak kewalahan dalam merawatnya. Taman Candra Wilwatikta juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang seperti penginapan di mana tarifnya berkisar antara Rp 80.000,- hingga Rp 400.000 semalam dan pendopo serba guna yang disewakan untuk umum (biasanya dipakai untuk menghelat acara resepsi perkawinan, pergelaran berbagai lomba seperti fashion show, melukis dan pencarian bakat bintang cilik atau untuk kegiatan resmi beberapa instansi pemerintahan ).

Di area Taman Candra Wilwatikta juga terdapat lapangan luas yang sering digunakan untuk olahraga oleh pelajar dari beberapa sekolah di sekitar taman, sebelumnya lapangan ini sering difungsikan juga sebagai tempat penyelenggaraan even seperti pameran dan lomba burung, lomba memanah dan even-even yang lain. rasanya hanya fasilitas tersebut saja yang masih sering digunakan. Sedangkan area pementasan dan sekitarnya lebih sering didatangi oleh orang – orang yang ingin sekedar berjalan – jalan sekaligus berolahraga atau memberi makan Rusa yang ada di halaman depan taman Chandra Wilwatikta ini.

Penangkaran rusa oleh BKSDA di Taman Chandra Wilwatikta adalah sebagai tempat konservasi satwa, sebagian kecil dari upaya untuk melestarikan satwa yang dilindungi ini. Telah ribuan rusa dikirim keberbagai Kebon Binatang diseluruh Indonesia berasal dari sini. Jika dilihat tempat penangkaran, fasilitas yang didapat rusa tidaklah istimewa karena sebenarnya memelihara rusa tidak begitu sulit seperti hewan langka lainnya.

Namun demikian, memelihara hewan ini tetap membutuhkan keseriusan dan sentuhan kasih sayang, karena perilaku rusa sebenarnya sangat agresif. Sebelum mengenalnya lebih jauh, disarankan untuk melakukan pendekatan atau "personal approuch" mengingat rusa akan meraung-raung dan menendang kakinya ke orang yang belum dikenalnya. Tapi hal itu tidak akan berlangsung lama, ketika secara rutin memberinya perhatian ekstra dengan menyuguhinya makan dan minum serta membelai tubuhnya.

Tidak banyak yang tahu, BKSDA Jawa Timur sebenarnya membuka kesempatan luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam rangka penangkaran rusa ini. Syaratnya sederhana saja, yakni niat tulus memelihara sambil melestarikan hewan energik ini dan membayar 5 juta rupiah untuk sepasang rusa yang telah dikeluarkan oleh BKSDA. Pengawasan rutin akan tetap dilakukan lembaga ini dengan mengontrol keberadaan rusa serta kesehatan dan pertumbuhannya kelak.

Untuk sementara, ijin yang dikeluarkan oleh pihak BKSDA memang baru sebatas ijin untuk penangkaran. Sedangkan beberapa lapisan masyarakat menilai pertumbuhan rusa sangat cepat, sehingga bisa dijadikan salah satu alternatif bahan pangan berprotein tinggi.

selain itu terdapat lahan untuk pembudidayaan tanaman agrikultural, seperti buah naga yang terdapat pada bagian timur dari area konservasi ini, yang luasnya diperkirakan kurang lebih 1 hektar. (kami tidak bisa menyebutkan persisnya karena belum mendapatkan sumber yang valid). zq/p@stic)


Posting Komentar