Masjid Agung Bangil


Masjid Agung Bangil berdiri dengan megah persis di sebelah barat Alun-alun Bangil. Konon, bangunan Masjid Agung Bangil ini,  masjid tiban. Dalam arti bangunan yang terbuat dari kayu ini tiba-tiba muncul di tengah-tengah kota Bangil. Ada juga salah seorang Kyai bahwa masjid tidak serta merta muncul begitu saja tapi sengaja dibangun oleh seorang yang alim dengan dibantu para pengikutnya dan tidak ada masyarakat sekitar yang menyadari proses pembangunan tersebut.

Ruangan utama masjid mempunyai arsitektur SOKO WOLU, yaitu tiang penyangga utama yang terdiri dari empat kayu jati, berukuran keliling 120 cm dan tinggi 15 m. Dipasak dengan 8 balok kayu jati berukuran 120 cm dan panjang 7 m, di atasnya yang saling memaku. Saat ini ruangan utama masjid telah direnovasi tanpa menghilangkan bentuk aslinya. Ruang utama, dengan kontruksi kayu yang telah rapuh, kini sudah diperbaiki dan tampak lebih kokoh dan indah.

Inilah salah satu masjid terantik yang ada di Indonesia. Menurut data pada artifak mihrob tertera tahun 1287 H. Tidak heran jika masjid ini, banyak dikunjungi orang, dari daerah lain, umumnya mereka para peziarah. baik yang berziarah ke makam Wali Songo, maupun ke makam yang lain biasanya mampir di masjid ini,

Di area masjid ini juga  terdapat makam dari Raden Soenjoto. Makam Raden Soenjoto, panggilan karib RT Soenjotoningrat ini berada di sebelah barat Masjid Agung Bangil. Sepintas, makam Bupati ini tampak tak terawat. Di dalamnya banyak daun berserakan.

Nama RT Soenjotoningrat juga terlihat buram. Bahkan, pusara makamnya mengalami kerusakan. "Memang dari dulu, tidak ada yang memperhatikan pusara Bupati Bangil ini. Padahal katanya, bangsa yang besar adalah bangsa yang memperhatikan jasa pahlawan," ujar Choiron Dimyati, salah satu takmir masjid Agung Bangil ini.

Makam Bupati Bangil ini dikelilingi sebuah tembok melingkar. Luasnya sekitar 10 x 20 meter persegi. Di makam itu, Kanjeng Soenjoto, panggilan karib lainnya selama jadi Bupati Bangiil disandingkan dengan makam ayah dan ibunya. Di dalam makam itu, juga tampak beberapa pusara lainnya.

Sehari-harinya, makam keluarga besar Kanjeng Soenjoto ini dirawat Mariyati. Perempuan berusia 63 tahun ini enggan disebut sebagai juru kunci. "Kulo namung ngerumat makam mawon, nak. Kulo sanes juru kunci (Saya hanya merawat makam saja. Saya bukan juru kunci, Red)," ujar Mariyati kemarin.

Hampir setiap hari, Mariyati membersihkan makam. Ia rela mengabdi, meski sudah berpuluh-puluh tahun memegang kunci makam. "Nek wonten tiang nyele kunci kangge ziarah, nggeh kawulo sukaaken (Kalau ada orang yang pinjam kunci untuk ziarah, ya saya pinjamkan, Red)," ujarnya.

Penziarah yang datang memang tidak banyak. Kalau pun ada, itu hanya pada waktu-waktu tertentu. Yakni, setiap Kamis sore atau sehabis hari raya Idul Fitri. Biasanya, putune kanjeng Soenjoto ini setahun sepindah ngeriki (Biasanya, kalau cucu Kanjeng Soenjoto setahun sekali ke sini, Red)," terang wanita yang rumahnya dekat dengan makam ini.

(Data diambil dari berbagai sumber)
___________________________________________________________________________
Lokasi Masjid Agung Bangil
Koordinat : 7°35'51"S   112°47'1"E


2 komentar:

  1. baru tau kalo masjid agung bangil ternyata masjid tiban padahal wes lawas tinggal d bangil.

    good job

    BalasHapus
  2. Pengen berkunjung ke masjid agung bangil ini,, semoga kapan-kapan bisa sholat disana.

    BalasHapus